Showing posts with label Mac. Show all posts
Showing posts with label Mac. Show all posts

Saturday, November 01, 2014

Farewell my lovely MacBook White

It's been six years when I first join the bandwagon of Apple user. It was when I bought my first MacBook and I am proud to call as a 'Mac User'. Since then, I am an avid user of all Apple product and I am very satisfy with all of them. That feeling mostly apply for my MacBook series.

I am happy to try several Apple products, especially MacBook from MacBook Air, MacBook Pro (aluminium body) and the latest one MacBook Pro with Retina Display. Yet, my MacBook White, which has plastic body, is the most favourite and loveable one. It was the most beautiful laptop in her time, I always proud to open it in public or even in my solitude moment.

Six years seems long enough and I believe my MacBook White still could serve even more. However, sometimes you need to let go something that so loveable to be in others' good hand. I rarely used her recently simply because her specification become less reliable given current progress in technology and overall features. Not to mention that I need the return on investment (yes, it is the money!) from using computing technology for my future work. Therefore, I decided to let go of this beautiful white MacBook to stay in a new owner.

I let go all of her follower and related support (read: accessories and peripherals). And, I know I deeply thankful for all six years services of her. Thank you and farewell my lovely MacBook White!
Copyright © Dewa Wisana. All rights reserved

Copyright © Dewa Wisana. All rights reserved

Friday, September 02, 2011

tentang Lion: tidak sempurnanya Full-screen apps

Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis tentang Lion: yang 'menyenangkan' dan salah satunya saya sampaikan tentang applikasi Full-Screen. Aplikasi ini memang sangat 'menyenangkan' dan berguna terutama bagi para pengguna laptop yang perlu memaksimalkan ukuran layar tampilan ketika sedang berkutat dengan satu pekerjaan atau aplikasi. Namun, ternyata aplikasi ini belumlah seratus persen sempurna. Di mana salahnya?

Bagi Anda yang menggunakan laptop, sewaktu-waktu perlu bekerja di kantor cukup lama. Di saat-saat bekerja di kantor, mungkin Anda akan mencoba menghubungkan laptop Anda dengan layar monitor tambahan untuk memaksimalkan 'multitasking'. Saya selalu melakukan hal tersebut dengan MacBook saya. Jika bekerja di kantor, MacBook White saya akan terhubung dengan sebuah monitor tambahan – saat ini saya gunakan Dell Monitor 17". Biasanya, saya akan menampilkan aplikasi Mail, Safari dan social media lain hanya di layar monitor MacBook White sedangkan di Dell Monitor akan ditampilkan semua aplikasi yang terkait dengan apa yang sedang saya kerjakan, misalnya Stata, Pages dan Papers (membaca artikel-artikel science). Di sinilah masalah dengan Full-Screen apps saya temukan yang membuat 'kesempurnaan'-nya berkurang dari seratus persen secara signifikan.

Ternyata, aplikasi Full-Screen ini tidak bekerja di layar monitor tambahan Dell Monitor saya tersebut. Setiap aplikasi yang mampu menjalan fitur Full-Screen saya aktifkan, maka saya selalu kembali ke monitor di MacBook White dan monitor Dell menjadi 'kosong' (blank). Jika Full-Screen hanya boleh beroperasi di layar MacBook saya namun monitor kedua masih bisa menampilkan program lain, saya masih bisa memaklumi dan tidak terlalu kecewa. Sayangnya, permakluman saya tersebut tidak terpenuhi dan setiap Full-Screen saya aktifkan maka otomatis layar tambahan hanya akan menyajikan layar yang kosong tanpa bisa dilakukan suatu apa pun. Sungguh sebuah kesia-siaan!

Saya berharap Apple bisa melengkapi fitur ini agar mampu mengadaptasi beberapa monitor. Bagi saya, ini akan kian menjadi nilai tambah karena berarti pemanfaatan Full-Screen bisa dilakukan secara sekaligus dan lebih maksimal. Mudah-mudahan Apple bisa segera mewujudkannya.

Friday, August 05, 2011

tentang Lion: Dictionary yang semakin 'hebat'



Baiklah, saya akui bahwa saya sedang bersemangat dengan Lion. Meskipun saya tidak selalu menemukan apa yang saya senangi di dalam semangat tersebut.

Sebelumnya, saya sudah bercerita tentang apa saja yang menyenangkan, yang menyebalkan, dan yang 'bagaimana ya?' tentang Lion. Kali ini, saya baru saja menemukan lagi beberapa hal tentang Lion terutama dari salah satu software Apple favorit saya yaitu Dictionary.

Dictionary merupakan software 'bawaan' dari setiap komputer keluaran Apple. Bagi saya, software ini merupakan fitur yang paling berguna selain aplikasi-aplikasi lain yang juga disediakan Apple karena kegiatan saya sebagai pelajar banyak terkait dengan bahasa Inggris. Sebenarnya tidak hanya terkait bahasa, Dictionary juga bisa dikaitkan secara otomatis dengan website referensi lain khususnya Wikipedia. Jadi, jika saya ingin mengetahui tentang suatu kosakata atau istilah, saya tidak hanya akan mendapatkan arti gramatikalnya melainkan juga berbagai informasi mengenai sejarah, penggunaan, atau informasi terkait lainnya.

Selain fungsi dasar yang sangat informatif, Dictionary di Apple juga sangat mudah diakses. Kita bisa membaca arti suatu kata tanpa harus membuka software tersebut di desktop. Setidaknya ada dua cara yang saya ketahui untuk mengakses Dictionary dengan cepat: pertama, ketik kata yang ingin ditemukan di Spotlight lalu arahkan panah mouse ke kata yang muncul di drop down view maka akan muncul arti katanya. Kedua, sorot kata yang ingin diketahui lalu klik kanan dan pilih "Look Up". Singkat kata, saya tidak perlu membuka-buka kamus besar dan mencari suatu kata secara perlahan karena Dictionary sudah membantu dengan cepat dan akurat.

Di Lion, software ini mendapatkan polesan baru yang menurut saya membuat Dictionary menjadi lebih 'hebat' lagi. Jika sebelum Lion hanya disediakan Wikipedia selain Thesaurus, kini Dictionary juga memberikan British Dictionary dan British Thesaurus. Kedua tambahan kamus ini memberikan semakin banyak referensi tentunya.

Selain itu, Dictionary juga semakin 'baik hati' dan lebih informatif lagi dalam hal konten dan cara mengaksesnya. Saya sudah sampaikan bahwa kita bisa mencari dan menemukan kata yang ingin inginkan lewat Spotlight. Di Lion, pencarian lewat Spotlight akan memberikan informasi yang jauh lebih detil dan lebih banyak lagi dibandingkan sebelumnya. Jika sebelumnya hanya arti kata saja yang muncul, kini semua hal termasuk pelafalan dan contoh penggunaannya akan disediakan lewat Spotlight. Selain itu, tampilan hasil temuan pencarian kata yang kita lakukan di Spotlight juga akan sama persis jika dilakukan dengan cara kedua plus cara cepatnya. Yang saya lakukan adalah sorot kata yang ingin kita temukan artinya kemudian double tap dengan tiga jari. Itu saja!

Untuk seorang pelajar yang bahasa Inggrisnya masih pas-pasan, kamus seperti yang diberikan oleh Dictionary ini benar-benar sangat mumpuni. Saya sangat terbantu dan belajar banyak dari software ini. Dan saya bersyukur bahwa Apple menyediakan aplikasi ini sebagai program standar di setiap komputer Mac (alias gratis). Terima kasih Apple!

Thursday, August 04, 2011

tentang Lion: yang 'sudah seharusnya', tapi...

Sebelumnya, saya sudah membuat daftar sementara dari apa saja yang 'menyenangkan' dan yang 'menyebalkan' tentang upgrade Sistem Operasi terbaru dari Apple yang disebut Lion.

Selain dua kesan tersebut, saya juga menemukan kesan lain tentang Lion yang jika dipikir mungkin ini 'sudah seharusnya' dilakukan Apple sebelumnya tapi... saya sendiri tidak bisa menjelaskan bagaimana dan kenapa kesan ini muncul. Berikut ini adalah fitur-fitur tersebut:

1. Tampilan baru di Address Book dan Mail
Salah satu yang dibanggakan oleh Apple dari OS Lion adalah tampilan baru di aplikasi Address Book dan Mail. Di Address Book, saya melihat tampilan yang mirip seperti buku yang konon diinspirasi oleh tampilan Address Book di iPad. Memang terlihat lebih 'menarik' dan ada kesan seolah menjadi lebih realistis (karena terlihat seperti buku?), tapi saya merasa tata cara mengisi Address Book ini tidak ada perubahan. Kesan ketidakpraktisan masih ada dan saya berharap banyak sebenarnya bahwa ini bisa dibuat lebih baik. Tapi, entah bagaimana.

Di Mail, selain dukungan fitur Full Screen, yang menjadi faktor "luar biasa" adalah pengelolaan history email dimana kita bisa melihat detil 'percakapan' di email-email yang kita kirim dan terima lengkap dengan informasi nomor urut email, indikator reply dan sent serta foto si pengirim (jika tersimpan di Address Book). Selain itu, Mail juga mampu membuat tampilan email-email tersebut secara sederhana dan efektif tanpa perlu menghadirkan garis-garis vertikal yang biasanya kita lihat dibagian bawah email ketika menerima reply. Tapi, faktor tersebut menjadi sedikit hambar ketika saya tidak menemukan ada fitur yang bisa mengubah latar belakang Mail agar sedikit lebih berwarna, misalnya. Atau animasi-animasi yang bisa diaktifkan jika kita menerima atau mengirim email. Atau, entahlah, Mail ini jadi terkesan membosankan setelah menggunakannya beberapa kali.

2. Sinkronisasi dengan Yahoo! dan Google
Lion sekarang memberikan kemudahan jika ingin terhubung secara otomatis dengan Yahoo! dan Google. Di Address Book, Lion memberi fasilitas untuk melakukan sinkronisasi Address Book, Calendar dan Note dari email-email POP yang kita gunakan. Ini fitur yang 'sudah seharusnya' disediakan tapi entah kenapa baru sekarang.

Kemudian di Mail, kita bisa melakukan sinkronisasi email-email POP dari Yahoo! Mail, GMail, dan Hotmail. Caranya sangat mudah. Kembali, fitur ini sudah seharusnya ada tapi tampaknya kurang dibuat lebih menarik atau terkesan hanya ingin membuat ada tanpa memberi nilai tambah.

Selain itu, Yahoo! Messenger dan Google Chat juga bisa secara otomatis terhubung dengan iChat. Kini kita bisa menggunakan iChat untuk melakukan 'percakapan' dengan penyedia lain. Tapi, iChat sendiri tidak mendapat polesan yang bisa membuat kita beralih ke iChat. Saya belum mencoba terlalu jauh, tapi sepintas saya tidak melihat sesuatu yang 'luar biasa' di iChat. Klaim sepihak saya, fitur ini agak terlambat disediakan Apple.

3. Scroll yang 'ajaib'
Lion juga menampilkan fungsi scroll yang agak nyeleneh. Fitur yang saya pikir 'sudah seharusnya' ada adalah scroll bar yang hilang dengan sendirinya ketika tidak digunakan. Ini penting dan berguna agar tampilan layar penuh - Full Screen - jadi lebih efektif. Tapi, fitur ini menjadi agak terganggu ketika Lion juga mengadopsi gaya scroll di iPad dan iPhone yang memiliki logika terbalik dengan logika scroll di komputer-komputer pada umumnya.

Pada awalnya, saya tidak merasa ada masalah dengan perubahan logika tersebut. Ketika sudah terbiasa, kesan 'ajaib' dan terbalik sudah tidak muncul di benak saya. Tapi, saat saya harus menggunakan komputer lain yang tidak menggunakan OS Lion, saya harus mengembalikan logika tersebut ke logika scroll yang masih 'umum' digunakan. Di sini gangguan muncul karena saya harus mengubah logika scroll. Perasaan yang sama muncul ketika kita harus berganti posisi mengemudi dari kanan ke kiri (atau sebalilknya), penyesuaian selalu harus dilakukan. Memang ada pilihan untuk menon-aktifkan fitur ini, tapi mengapa harus ada pilihan tersebut?


Wednesday, August 03, 2011

tentang Lion: yang 'menyebalkan'

Sistem Operasi (OS) Apple terbaru, Mac OS X Lion pasti menarik dan menyenangkan bagi banyak orang. Saya termasuk yang menemukan beberapa hal yang menyenangkan dari OS terbaru Apple ini. Tapi, tidak ada OS yang sempurna. Lion juga memiliki beberapa aspek yang cukup mengganggu bagi pengguna biasa. Berikut ini beberapa hal yang 'menyebalkan' dari Lion:

1. App Windows Restore
Sebenarnya, fitur ini tidak terlalu bermasalah jika kita bisa menentukan dan mengatur aplikasi-aplikasi apa saja yang sesuai. Fitur ini memang membuat kita bisa melihat tampilan terakhir dari aplikasi yang sebelumnya sudah kita tutup. Namun, jika semua aplikasi melakukan hal sama maka ini akan menghambat jika kita perlu tampilan 'segar' dari aplikasi yang kita inginkan. Andai saja ada preferensi yang bisa mengatur ini maka fitur ini akan sempurna.

2. Kombinasi Finger Gesture dan Mission Control yang 'rumit'
Ini sangat dirasakann oleh Istrinda yang masih kerepotan mengikuti fitur Mission Control yang mengkombinasikan Exposé dan Spaces. Karena Finger Gesture yang sangat sensitif, perlu latihan yang cukup intensif dan terbiasa dengan gerakan-gerakan yang diperlukan. Selain itu, setting desktop juga tidak bisa 'manual' seperti halnya ketika dulu masih menggunakan Spaces. Dengan Gesture yang hanya ke arah kiri atau kanan saja (Spaces dulu menggunakan tampilan kuadran dan bisa diakses dengan tombol cepat nomor kuadrannya), maka ini menjadi tidak terlalu praktis.

Selain tentang fitur produktifitas yang terkait dengan pekerjaan dengan komputasi, ada beberapa hal lain yang tidak menyenangkan dengan Lion antara lain:
3. Sistem Instalasi lewat internet
Saya beruntung bisa men-download Lion dengan akses internet yang cukup mumpuni. Tapi saya sulit membayangkan jika saya harus melakukan hal tersebut di daerah yang internet-nya tidak secepat itu. Konon, Apple akan menyediakan sistem instalasi lewat USB Drive dalam waktu dekat, namun kita harus menebusnya dengan harga ekstra.

4. Harus punya Snow Leopard
Bagi Anda yang sudah punya Snow Leopard terinstal dalam Mac, ini tidaklah masalah. Tapi bagi saya yang masih menggunakan Leopard, harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menginstal Snow Leopard terlebih dahulu. Belum lagi harus melakukan update terbaru dari versi Snow Leopard sebelum bisa menginstal Lion. Proses yang makan waktu. Andai saja ada sistem yang bisa dilakukan untuk melakukan lompatan versi OS tersebut.

Inilah beberapa hal yang mengganggu saya terkait dengan Lion. Jika ada hal lain akan saya tambahkan lagi kemudian.


tentang Lion: yang 'menyenangkan'

Saya baru saja melakukan upgrade MacBook ke sistem operasi (OS) Apple yang terbaru, yaitu Mac OS X 10.7 atau yang lebih dikenal dengan nama Lion. Di internet melalui berbagai blog dan review para pakar, banyak pujian dan komentar serta kritikan yang ditujukan bagi OS Apple terbaru ini. Bagi saya yang hanyalah seorang pengguna "biasa", ada beberapa hal tentang Lion yang saya pikir cukup menyenangkan. Berikut ini beberapa yang sudah saya coba dan manfaatkan:

1. Full-screen apps.
Bagi saya yang hanya menggunakan laptop Apple kelas MacBook, fitur layar penuh merupakan sebuah fungsi yang sangat berguna. Layar yang hanya 13 inchi, bisa dimanfaatkan secara maksimal hingga setiap pixel yang paling memungkinkan. Ini sangat terasa sekali ketika kita harus berkonsentrasi hanya pada satu aplikasi atau program. Lion saat ini baru mendukung beberapa aplikasi bawaan Apple, namun beberapa aplikasi pihak ketiga - termasuk Office for Mac - konon akan segera mendukung fitur ini dalam update mereka segera.

2. Launchpad
Ketika masih menggunakan Leopard, saya menggunakan aplikasi bernama RapidoStart. Fungsi aplikasi ini adalah untuk bisa menemukan semua aplikasi-aplikasi yang terinstall di MacBook dan mengaktifkan hanya dengan satu klik atau tombol cepat. Di Lion, saya bisa menggunakan Launchpad yang tampilan dan cara kerjanya mirip dengan icon apps di iPhone atau iPad. Saya juga bisa mengelompokkannya ke dalam semacam folder, menempatkan pada urutan yang kita inginkan. Semuanya serupa dengan apps di iPhone dan iPad. Saya tidak terlalu nyaman jika harus menyimpan banyak dock untuk akses aplikasi-aplikasi yang sering digunakan, maka Launchpad ini sangat berguna dan membuat layar desktop saya tetap 'lega'.

3. Mission Control
Sebelum Lion diluncurkan, Mac OS X memiliki fitur default bernama Exposé dan Spaces. Kegunaan kedua fitur tersebut adalah untuk mengatur aplikasi-aplikasi yang kita gunakan secara bersamaan dalam beberapa layar desktop namun tetap cepat untuk diakses. Di Lion, kedua fitur ini dilebur menjadi satu. Dengan fitur baru ini, hanya dengan satu tombol cepat atau gerakan jari (finger gesture) kita bisa melihat dan menemukan semua desktop dan aplikasi apa saja yang sedang aktif. Sangat informatif!

4. Auto Save dan Version
Ini fitur andalan yang sangat berguna bagi saya yang memiliki masalah dengan tata kerja yang sistematis. Di Lion, fitur Auto Save akan melakukan penyimpanan file-file yang sedang saya kerjakan. Jadi, tidak ada alasan ketika saya menutup laptop dan terburu-buru pulang tapi lupa menyimpan file terakhir yang Anda kerjakan. Ditambah fitur Version, saya juga bisa melihat-lihat lagi isi file yang saya sempat ubah, tambah, atau format sebelumnya. Dengan kata lain, saya punya sejarah lengkap atas file yang sedang saya kerjakan. Tampilannya juga menarik karena mirip sekali dengan Time Machine (fitur untuk backup data Mac).

Keempat fitur di atas merupakan fitur-fitur favorit yang paling saya 'sukai' dan paling bermanfaat. Selain itu, ada juga fitur-fitur lain yang menurut saya menyenangkan meskipun mungkin tidak terlalu banyak digunakan.

5. Hold Key for Special Characters
Sebelumnya, saya harus menghafal kombinasi tombol di keyboard jika ingin memunculkan karakter tertentu, misalnya huruf-huruf latin yang biasa digunakan oleh bahasa-bahasa di Eropa. Di Lion, saya cukup menekan tombol yang berhubungan dengan karakter tersebut maka di atas huruf yang baru saja saya tekan akan muncul alternatif karakter yang bisa digunakan. Sangat cepat dan praktis!

6. Finger Gesture
Saya masih menggunakan MacBook White yang trackpad-nya tidak mendukung Finger Gesture secara lengkap. Karena itu saya menggunakan Magic Trackpad untuk bisa memanfaatkan fitur Gesture yang lebih banyak di Lion kali ini. Kini, tidak hanya satu jari atau dua jari, tapi saya bisa menggunakan kombinasi gerakan empat jari untuk pindah antar desktop atau aplikasi. Bagi saya, fitur ini membuat kebiasaan saat menggunakan iPhone seolah-olah tidak berbeda dengan ketika menggunakan laptop.

7. Quick Look from Dock
Salah satu fitur yang paling handal di Mac adalah fitur Quick Look. Saat saya lupa file mana yang memuat konten yang saya perlukan, saya tidak perlu membuka file tersebut terlebih dahulu untuk mengetahui isinya. Cukup dengan menekan spacebar, maka file tersebut akan memberikan tampilan isi file yang kita sedang sorot. Sebelumnya ini dilakukan di Finder. Kini, kita bisa melakukannya juga di Dock.

Terakhir adalah:
8. AirDrop
Sayangnya, MacBook White saya tidak mendukung fitur ini karena alasan hardware. Jika saja saya bisa mencoba fitur ini, maka AirDrop pastinya akan masuk ke dalam daftar fitur Lion yang paling menyenangkan buat saya.

Inilah beberapa fitur terbaru dari Lion yang sudah saya coba gunakan dan manfaatkan serta memberi nilai tambah bagi kegiatan komputasi saya bersama Apple. Mungkin Anda punya pendapat lain, silahkan tinggalkan komentar Anda atau silahkan berbagi fitur-fitur lain yang Anda pikir juga menyenangkan.

Tuesday, June 21, 2011

Full screen di Word for Mac 2011


Ok, silahkan bilang saya 'gaptek'. Tapi, saya baru saja tahu kalau MS Word for Mac 2011 bisa View->Full Screen seperti ini. Bagi yang perlu menulis secara intensif dan konsentrasi lebih, menyembunyikan sementara toolbar, palette dan semua pernak-pernik editing menjadi sangat berguna. Tampilan full screen hanya memberikan button-button yang paling sering digunakan dan bisa disembunyikan secara otomatis setelah digunakan. Dengan latar belakang gelap (atau warna tertentu yang disukai), dan hanya menampilkan lembaran teks penuh (lihat contoh di foto) maka menulis menjadi sangat fokus. Bagi saya pribadi, ini sangat membantu tidak hanya dari sisi tampilan yang lebih sederhana melainkan juga memberikan tambahan ruang di lembaran teks dimana kita menulis.

Karena sudah cukup lama ganti ke Pages (dan fitur ini yang membuat saya menggunakan Pages), saya jadi alpa bahwa fitur Office for Mac semakin mendekati iWork (dan tetap lebih unggul karena Excel-nya yang tidak mampu dikejar oleh Numbers). Jadi penasaran, apa lagi fitur-fitur Office for Mac 2011 yang serupa dengan iWork?

Monday, February 21, 2011

a basket of Apples


If I may recall history of the most long lasting and the best gadget or computer devices that I ever have, I would like to call them ‘a basket of Apples’. Yes, all of those non-hassle, tough, beautiful but powerful gadget or computer laptop I have so far are Apple brand.


My first introduction with Apple was the black 32GB iPod Nano (see left below). It was my third portable music player after an AIWA Walkman and [brand here] MP3 player. From this iPod, I learnt about iTunes and some interesting knowledge about Apple product especially computer. My Apple bites continue with first generation of 120GB White MacBook (see left above). After almost 3 months of intensive quest for making sure on compatibility issues, I decided to switch totally to Mac OS X Leopard and leave the idea of Microsoft product. I learnt iWork and iLife, and I used Parallel Desktop to operate several application in Microsoft Windows XP operating system which Mac OS X did not support at that moment. Now, I rarely used them since Mac OS X already supply all application I need. Since then, my white MacBook never failed me; it was a stable, fast and reliable partner in my computing work.


It is obvious that Apple devices are undeniably expensive. That is why I have to wait several years before I am able to add up the next Apple in my basket. It was used 32GB iPod Touch (see second from left below). With this new iPod Touch, I can pass the iPod Nano to my wife so she can start being indulged by Apple. After I successfully won a used 16GB iPhone 3GS from eBay, she upgrade her Apple into iPod Touch. After some hassle with her laptop, she decided that she is ready for bigger Apple stuff. So, I won another used 80GB MacBook Air from eBay and my wife start her experience with Mac OS X Snow Leopard. And my final Apple that I won it via eBay was 16GB iPhone 4 which makes my wife now used the iPhone 3GS. Overall, I can roughly claim that we are an Apple Family now. Finally, I also completed my Apple computing experience with some accessories including Magic Mouse, Mighty Mouse and Apple Wireless Keyboard (not seen in picture).


Here they are, my basket of Apples. One thing that I really proud with all of my Apple is all of them extremely reliable whether they are brand new or second hand condition. It’s something that I could not get from any other devices. They are exemplary of cutting-edge technology!