Aku ingin mengucapkan Selamat! untuk Indonesia nan hebat:
Selamat atas musnahnya kebebasan beragama di Indonesia.
Dengan diterbitkannya SKB tentang Ahmadiyah, maka lenyap sudah jaminan bahwa di Indonesia Anda berhak menganut agama dan dilindungi oleh Undang-Undang Dasar. Dengan kata lain, sekarang Anda yang tidak mayoritas tidak sepenuhnya dibela oleh siapa pun. Bersiap-siaplah untuk mengalami tindak kekerasan dan pengurasakan jika tidak sesuai dengan mayoritas.
Selamat atas kekalnya kekerasan dan kekuatan massa di Indonesia.
Dengan masih beredarnya organisasi dan kelompok masyarakat ekstrim terutama yang mengumandangkan nama Tuhan dalam setiap aksi mereka, serta lebih mengedepankan kekerasan dan pengurasakan dalam menjalankan keyakinan mereka. Ketika pemerintah memilih tidak membubarkan mereka, maka pemerintah secara sadar tetap mendukung aksi kekerasan dan kekejaman atas nama Tuhan.
Dengan demikian, lengkaplah sudah segala kemuliaan, keagungan, dan kehebatan negeri yang "Berketuhanan", "Beriman", dan "Toleran" ini. Sebuah negeri yang bernama "Indonesia"...
Embun hanyalah setetes pagi yang mencoba menyusun kata. Namun kata selalu mencari makna. Gerombolan pikiran yang berduyun mencari ruang. Tanpa aturan, tanpa batasan. Ada yang memicu, ada yang menginspirasi. Cetak peristiwa masa lalu, baru tadi atau cita-cita ke depan belum pasti. Dan... embun pun menetes jatuh lenyap terserap bumi tatkala fajar kian hangat. Bila kenan kan, nantilah hingga esok hari sebelum jadi pagi. Semoga masih kan ada susunan kata baru...
Showing posts with label beriman. Show all posts
Showing posts with label beriman. Show all posts
Wednesday, June 11, 2008
Monday, June 02, 2008
Siapa yang sesat sesungguhnya?
Membaca berita hari ini semakin membuat stigma di kepalaku kian sulit untuk kuhapus. Bicara tentang "sesat", bicara tentang "kemurnian", bicara tentang "iman" dan bicara tentang "keyakinan" selalu berujung pada kekerasan dan tindak kekejaman terhadap sesama manusia. Apa yang sebenarnya dicari? Surga di akhirat sana? Berarti hukum ekonomi tentang trade-off sungguh bekerja di sini: jika ingin surga di akhirat maka kau harus ciptakan neraka dan kekejaman di muka bumi. Siapa pun yang menantang dan menghalangi harus dimusnahkan.
Di harian kompas hari ini, tertulis pernyataaan sebagai berikut:
Nah, jika kelompok-kelompok tersebut bicara tentang "aliran sesat" dan "ajaran sesat". Tidakkah merekalah sebenarnya yang merupakan "aliran sesat" dan menganut "ajaran sesat" karena lebih mengedepankan kekerasan, kekejaman, pengurasakan, dan perang di atas perdamaian dan dialog?
Yang lebih ironis, ke manakah para pemimpin dan pemuka agama? Mungkin mereka sedang mengumpulkan pundi-pundi surga mereka dengan terus mengucapkan doa tiada henti sambil menyelipkan sedikit agitasi ke celah-celah sempit otak dan hati para umatnya...
update: dengan daftar tindak kekerasan sepanjang ini, cukup mengherankan juga bahwa mereka dibiarkan berkembang di wilayah yang konon mengaku religius, toleran dan cinta damai. Belum lagi tindakan yang tidak tercatat dan tidak dilaporkan. Ah, memang hebat negeri ini...
Di harian kompas hari ini, tertulis pernyataaan sebagai berikut:
”Mengapa mereka mengadakan aksi mendukung organisasi kriminal. Mereka menantang kami lebih dulu. Jika tidak siap perang, jangan menantang.”Apakah selalu semua harus diselesaikan dengan "perang"? Aneh, di mana bukti bahwa Tuhan Maha Kuasa jika Tuhan sendiri ternyata tidak mengajarkan untuk berdamai?
Nah, jika kelompok-kelompok tersebut bicara tentang "aliran sesat" dan "ajaran sesat". Tidakkah merekalah sebenarnya yang merupakan "aliran sesat" dan menganut "ajaran sesat" karena lebih mengedepankan kekerasan, kekejaman, pengurasakan, dan perang di atas perdamaian dan dialog?
Yang lebih ironis, ke manakah para pemimpin dan pemuka agama? Mungkin mereka sedang mengumpulkan pundi-pundi surga mereka dengan terus mengucapkan doa tiada henti sambil menyelipkan sedikit agitasi ke celah-celah sempit otak dan hati para umatnya...
update: dengan daftar tindak kekerasan sepanjang ini, cukup mengherankan juga bahwa mereka dibiarkan berkembang di wilayah yang konon mengaku religius, toleran dan cinta damai. Belum lagi tindakan yang tidak tercatat dan tidak dilaporkan. Ah, memang hebat negeri ini...
Subscribe to:
Comments (Atom)