Showing posts with label Airport. Show all posts
Showing posts with label Airport. Show all posts

Friday, June 20, 2008

Congratz Ngurah Rai Airport!


"Di Indonesia ini, baru Ngurah Rai saja yang diakui TSA (Transportation Security Administration - USA), yang lainnya belum. Karena itu, kita berharap penerbangan maskapai AS ke Ngurah Rai akan berlanjut bahkan bertambah baik frekuensi maupun jumlah maskapainya," kata Bambang Darwoto, Dirut PT Angkasa Pura I seperti dikutip Antara di Makassar, Jumat (20/6).
This is an example how hard work and consistency in conducting security standard really appreciated, not only by international world but also by own citizen. Even in Ngurah Rai Airport, common citizens and high ranking officer have to follow similar security standard and procedur. Although, it will make stupid government officer angry (See related post here by Aco). But, come on! Security is about obeying the rule and standard. No matter who you are!

I really appreciate Ngurai Rai Airport effort to make this happened. And, congratz! Keep up the good work...

Monday, June 09, 2008

Dari Ngurah Rai Airport...

Ini aku ketik di bandara udara Ngurah Rai Bali. Yang menyenangkan ketika menulis ini adalah bahwa aku melakukannya dengan memanfaatkan fasiltas HotSpot gratis yang disediakan oleh Bandara Ngurah Rai. Bagiku, ini merupakan suatu yang luar biasa. Setidaknya, aku baru kali ini secara sengaja menemukan bahwa ada airport di Indonesia yang menyediakan fasilitas akses internet gratis seperti halnya yang sudah dilakukan oleh bandara-bandara udara internasional di negara-negara maju lainnya. Aku kini sedang menduga-duga apakah di bandara udara Internasional Soekarno-Hatta fasilitas ini tersedia. Mohon dicatat, tersedianya fasilitas HotSpot ini bukan hanya yang tersedia di fasilitas executive lounge saja.

Namun, terlepas dari penemuan 'menarik' ini aku mengalami kekesalan atas rencana liburan sekaligus acara keluargaku di Bali kali ini. Gangguan yang sangat signifikan dialami oleh istriku, sedemikian sehingga kami harus mengurangi hari kunjungan kami dan yang lebih menyebalkan adalah semua terjadi karena "keegoisan" koordinator proyek yang tidak konsisten dalam menginformasikan pekerjaan yang dibebankan atas istriku. Selain membatalkan dan mengubah jadwal perjalanan kami (serta kehilangan momen-momen berharga dengan keluarga besar), kami juga harus membayar sejumlah biaya karena kejadian tersebut. Namun, yang kami peroleh hanyalah permintaan maaf dan pembatalan lanjutan atas apa yang sudah kami tentukan sebagai komitmen kami. Entahlah, bagaimana cara melukiskannya dengan kata-kata. Tetapi yang jelas, kami berdua benar-benar lelah dan kecewa atas semua peristiwa ini. Sungguh-sungguh lelah dan kecewa...