Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Wednesday, June 29, 2011

tujuh


Hari ini, 'tujuh' tahun sudah kami bersama untuk mewujudkan cinta kami. Cinta yang kami ikrarkan bukan hanya sekedar untuk hidup bersama, namun saling mengisi hidup kami satu sama lain. Kami dua individu yang tak ingin sekedar kisah romantika yang menjadi satu jiwa, melainkan dua manusia yang ingin terus berusaha saling melengkapi untuk menggapai misi hidup ini.

Hari ini dan hari saat 'tujuh' tahun lalu kami ditunjukkan pada takdir yang tampak seperti berulang dengan sisi yang berlawanan. Hari ini, kau berkelana ke utara sedangkan aku menantimu di kaki bumi selatan. Hari saat 'tujuh' tahun lalu, aku yang berkelana ke utara jauh sedangkan kau menungguku di ujung selatan. Dan sepanjang tahun-tahun sebelumnya, tak pelak sudah berbagai kali kami mengais kasih saat berbeda belahan bumi. Namun, tiada penyesalan sedikit pun. Semua itu memang jadi bagian kisah kami, dan akan selalu kami syukuri.

Hari ini setelah 'tujuh' tahun lamanya, kami juga diberi anugerah. Dia yang sudah 'satu' tahun lamanya hadir di tengah perjalanan kisah kami. Dia yang kini menjadi misi hidup kami yang baru. Dia yang selalu kami doakan, kami syukuri atas semua capaiannya: kesehatan, keceriaan, kebahagiaan; agar kelak terus menjadi apa yang terbaik sudah Tuhan berikan bagi kita semua manusia. Kami menyayangimu, nak. Terima kasih sudah hadir di tengah kami.

Hari ini, setelah 'tujuh' tahun terjalani kami tetap dan selalu bersyukur. Apapun suka dan duka yang kami rasakan dan alami, semua akan selalu kami nantikan. Kami berterima kasih atas semua yang kami terima dan dapatkan. Semoga setelah kedatangan 'tujuh' ini, kami masih bisa terus menjalani dan menuntaskan bilangan-bilangan berikutnya...


Copyright © Dewa Wisana. All rights reserved

Tuesday, January 20, 2009

Hari ini...

Hari ini aku mencuri nafas kecil sang surya. Ketika ia belum lengkap terjaga, aku mencuri nafasnya agar tidak terlambat menjemput harapan. Harapan untuk mengais cita-cita di negeri seberang samudera. Juga harapan untuk mengecup cintaku yang telah menunggu di tepi pantai di pulau nun di kaki bumi.

Hari ini aku mencuri nafas sang surya dengan diiringi doa, agar segala apa yang baik berkenan datang dan memelukku erat hari ini dan seterusnya...

Monday, December 22, 2008

No title

Jika bumi menanggung langit nan luas, pernahkah ia meminta awan mendatangkan hujan detik ini juga? Ada doa istimewa yang membuat langit tidak ragu mengajak awan mengirim sejuk hujan ke muka bumi. Doa tersebut memuat bait-bait cinta yang tulus saling menjaga. Tanpa langit, bumi akan terbuka tak terjaga. Dan tanpa bumi, langit akan bernyanyi sendiri sunyi tanpa arti.

Cintalah yang menjaga mereka berdua saling mengisi dan saling menjaga. Tidak hanya karena keduanya sama-sama diciptakan oleh Hyang Kuasa, namun karena berdua mereka memiliki perbedaan yang mulia bekerja satu terhadap yang lainnya.

Seperti halnya juga samudera yang maha dalam, pernakah ia meminta sungai dari puncak hingga kaki gunung mengirimkan airnya untuk dimuarakan ke laut? Juga ada doa yang abadi yang membuat hutan-hutan dan segala sumber mata air di sepanjang tubuh sang gunung untuk mengalirkan murni air yang mereka tampung ke bibir laut bagi sang samudera. Doa abadi tersebut memuat janji-janji cinta yang tak pernah teringkari. Tanpa gegunung nan tegar, samudera akan ditelan daratan tanpa perlawanan. Dan tanpa samudera, gunung-gunung akan luruh ketika sungai mengalir kering.

Cintalah yang mengolah kasih mereka berdua untuk saling melengkapi dan saling melindungi. Tidak hanya karena keduanya sama-sama diciptakan oleh Hyang Mulia, namun karena berdua mereka memiliki perbedaan yang kokoh mengikat satu terhadap yang lainnya.

Cinta adalah satu-satunya hal yang Tuhan ciptakan bukan karena “untuk”, namun karena “agar”. Sedangkan segala yang lainnya pasti masih memuat hutang budi dan balas jasa yang membuatnya tetap mengandung kondisi. Sedangkan cinta tak akan pernah demikian.

Kuskus Tbn, G&A

Tuesday, July 01, 2008

Di tahun ke-4...

Jangan coba membayangkan bagaimana cepatnya waktu berjalan. Ketika kita sedang menjalaninya, kerap kita selalu mengingkari kecepatan tersebut dengan bergumam, "Ah, tak terasa sudah sekian lama ternyata". Tapi, kami tak ingin sekedar bergumam. Kami tak ingin sekedar membayangkan dan mengamini tentang kecepatan waktu berjalan dan membawa kami hingga titik waktu dan ruang ini. Kami ingin meresapi dan menghormati segala harap yang sempat dipercayakan kepada kami oleh Sang Pemberi dan Pengabul Harap.

Di tahun yang ke-4 ini, kami berdua masih ingat bagaimana keputusan dan jalan yang dipercayakan kepada kami telah kami pilih pertama kali, di hari pertama 4 tahun yang lalu. Bukan cuma sekedar janji atau sumpah dihadapan para saksi dan kedua leluhur kami - pendahulu kami. Bukan sekedar upacara pun berbagai kemuliaan yang diciptakan untuk kami di hari suci itu. Pada titik waktu dan ruang tersebut, empat tahun lalu, kami juga meresapi dan menghormati segalanya yang pernah kami terima dan hadapi hingga kini genap memasuki tahun yang ke-4.

Meski sempat terpisah di ujung-ujung kutub bumi. Meski pernah terpisah berkali-kali dan mungkin masih akan lagi. Meski kami masih terus menemukan berbagai hal yang menguji kesabaran dan keteguhan kami. Meski pada akhirnya, kami masih boleh selalu bersyukur atas berkenan Hyang Agung yang masih mengingatkan kami untuk tetap bersyukur dan ikhlas untuk semua yang terus akan kami terima dan hadapi. Kami tak mampu menjelaskan semua kenikmatan dan kebahagiaan yang kami terima dengan haturan dan ucapan syukur kami yang sangat terbatas oleh kealpaan kami sebagai manusia.

Kami tunduk dalam doa agar selalu diberikan kekuatan untuk menyerahkan semua kekuatan kami berdua kepada Hyang Agung.
Dan segala apa yang kami miliki dan akan dimiliki kelak tetap selalu membawa kami pada kedamaian dan kesejahteraan, bukan hanya untuk kami saja tapi juga untuk masyarakat tempat kami hidup serta kehidupan semesta alam. Restuilah doa dan harapan kami, Hyang Agung. Dan tak lupa, terima kasih atas semua yang terjadi hingga tahun ke-4 serta tahun-tahun selanjutnya...

I love you, dear. I love you so much... Thank you for the remarkable 4th, and the following more...