Showing posts with label God. Show all posts
Showing posts with label God. Show all posts

Tuesday, May 29, 2012

Quote of the day: religion and politics

"Religion and politics should never mix. Because politics is worldly and religion becomes worldly once it takes part in politics or tries to influence or control. Religion should never be involved in powers of the world because it is not serving god but selfish glory of an image of tradition."
Anonymous

My own take from above quote is religious conservatives, monarchs and tyrants have shares in common. If you are human and make rules and want us to obey your claim by saying that you are messengers of the will of God (and hence no further justification needed); you just emphasize that you are no different at all than any ancient monarchs and tyrants.

This is a simple lesson from history that deserves serious attention nowadays. Religious conservatives claim that they are passing along God's ideas, and thus that we should obey them without critical challenge and questioning. Learning from what happened to monarchs and tyrants in the past, this idea has always had disastrous consequences in the past – why should we expect anything different this time?

Enhanced by Zemanta

Tuesday, November 29, 2011

korupsi terintegrasi

Ada apa dengan praktek korupsi di Indonesia? Saya pikir, jawabnya adalah 'integrasi'. Praktek korupsi di Indonesia saat ini tidak hanya berskala besar dan menjangkau berbagai aspek, namun juga telah terintegrasi dalam kegiatan-kegiatan penting di Indonesia terutama terkait dengan pelayanan masyarakat. Hasil survei integritas yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diberitakan oleh Tempo hari ini ikut menambah fakta empiris terintegrasinya praktek korupsi di Indonesia.

Berikut ini adalah kutipan dari berita tersebut:
Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan maraknya praktek suap dalam pemberian layanan publik di seluruh daerah di Indonesia. Hampir separuh daerah atau sebesar 43 persen yang masih melakukan praktek suap.
...
Dari hasil survei ini, daerah yang memperoleh penilaian integritas dibawah nilai rata-rata di antaranya Kota Metro (3,15), Kota Depok (3,50), Serang (3,54), Kota Semarang (3,61), Manokwari (3,70), Ternate (4,07), Bengkulu (4,18), Palembang (4,25), Bogor (4,27) dan Lubuk Linggau (4,38)
Kemudian di instansi pemerintah pusat seperti Kementerian Agama (5,37), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (5,44) dan Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (5,52). Sedangkan di instansi vertikal diantaranya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (6,09), Badan Pertanahan Nasional (6,07) dan Kepolisian Negara (5,76). Kementerian Agama juga terdaftar di kategori ini dengan penilaian 5,41. 

Satu hal positif dari berita tersebut adalah praktek suap ternyata masih dilakukan oleh (hanya?) setengah dari total seluruh daerah di Indonesia. Kita bisa menginterpretasi pernyataan tersebut sebagai berikut: 1) ada lebih dari setengah dari seluruh daerah di Indonesia yang bersih dari praktek suap; 2) ada potensi besar bagi Indonesia dapat menghapus praktek suap di seluruh Indonesia secara tuntas. Dengan kata lain, kita masih bisa (dan harus) optimis bahwa Indonesia bisa bebas dari praktek korupsi yang diawali dengan bebas suap.

Di sisi lain, ada hal negatif yang cukup memprihatinkan yaitu terkait terintegrasinya praktek korupsi khususnya suap di Indonesia. Jika kita perhatikan dengan seksama, praktek korupsi begitu marak di institusi pemerintahan yang melakukan pelayanan dasar. Mulai dari pelayanan perijinan, penegakan hukum dan keamanan hingga pelayanan yang terkait dengan urusan rohani. Jika kita kritis melihat fenomena ini, pertanyaan sederhana yang harus diajukan adalah adakah pelayanan dasar di Indonesia yang masih bersih dari praktek korupsi?

Jika urusan ijin harus dengan suap, mungkin karena demi kecepatan waktu dan kemudahan. Jika urusan hukum dan penegakannya harus dengan suap, mungkin karena demi kekuasaan dan bebas dari jerat hukuman. Tapi yang tidak habis pikir, jika urusan rohani dan ke-Tuhan-an harus dengan suap apakah mungkin karena suap merupakan salah satu perintah-Nya?

Holy bribe!!
Enhanced by Zemanta

Thursday, June 26, 2008

Quote of the day: Tuhan, Indonesia dan Demokrasi

Merawat sebuah keanekaragaman yang tak tepermanai sama halnya dengan meniscayakan sebuah sistem yang selalu terbuka bagi tiap usaha yang berbeda untuk memperbaiki keadaan. Indonesia yang rumit ini tak mungkin berilusi ada sebuah sistem yang sempurna. Sistem yang merasa diri sempurna—dengan mengklaim diri sebagai buatan Tuhan—akan tertutup bagi koreksi, sementara kita tahu, di Indonesia kita tak hidup di surga yang tak perlu dikoreksi.
Itulah yang menyebabkan demokrasi penting dan Pancasila dirumuskan.
Demokrasi mengakui kedaifan manusia tapi juga hak-hak asasinya—dan itulah yang membuat Saudara tak dipancung karena mengecam Kepala Negara.
"Indonesia", Catatan Pinggir Goenawan Mohammad – Majalah Tempo Edisi. 17/XXXVII/16 - 22 Juni 2008.

Sunday, June 08, 2008

Quote of the day: Talking to God!

Of course, talking to God is important, but if they think praying five times a day or going to Church every Sunday, or even everyday, is enough to allow them climb the stairway to heaven, maybe they should think again.
From The Jakarta Post article titled By The Way: FPI too busy talking to God. The article might be very "provocative" but for me it is really intuitive. And I am personally not subjective for particular religion, but it can be apply to anyone who think that they are very religious.

Thus, I recommend you to read the article and be ready to be angry and querying at the same time.

Thursday, June 05, 2008

After 9 months... the violence continued

Ah, just 9 months punishment in jailed. Even that he and the rest of the group will be walking free and yelling again their freedom and rights to do more violence.

This is just a simple but strong evidence that in Indonesia, the more you do the violence then the more you will get the license to do that. For almost 10 consecutive years doing such activities, not even a single leader against it. In fact, the security force (read: police department) used them as "partner in crime". That is why, there are none of the security force leader insisting to ban this group. Moreover, there are more supporter of them.

What a pathetic society... It feels like watching another predictive-and-boring soap opera. You know how the story will end, and you know they will make the same story again later in the next episodes. The irony is there are still so many audience that loved the drama.

The people of this country is totally sick! The leader even more sick and deranged! Especially the religious leader, they even the source of disaster... I prefer corrupter rather than people who screaming God's name all along the way.