Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Sunday, May 05, 2013

Tentang Si Mumun

Si Mumun adalah mobil kesayangan yang pernah melengkapi awal-awal pembentukan keluargaku. Mobil yang mungil tapi hebat. Dia telah menemani perjalanan kami selama lebih kurang 8 tahun. Aku menuliskan sedikit catatan sentimentil tentangnya di sini (Bagian 1) dan sini (Bagian 2).


Copyright © Dewa Wisana. All rights reserved

Wednesday, June 29, 2011

tujuh


Hari ini, 'tujuh' tahun sudah kami bersama untuk mewujudkan cinta kami. Cinta yang kami ikrarkan bukan hanya sekedar untuk hidup bersama, namun saling mengisi hidup kami satu sama lain. Kami dua individu yang tak ingin sekedar kisah romantika yang menjadi satu jiwa, melainkan dua manusia yang ingin terus berusaha saling melengkapi untuk menggapai misi hidup ini.

Hari ini dan hari saat 'tujuh' tahun lalu kami ditunjukkan pada takdir yang tampak seperti berulang dengan sisi yang berlawanan. Hari ini, kau berkelana ke utara sedangkan aku menantimu di kaki bumi selatan. Hari saat 'tujuh' tahun lalu, aku yang berkelana ke utara jauh sedangkan kau menungguku di ujung selatan. Dan sepanjang tahun-tahun sebelumnya, tak pelak sudah berbagai kali kami mengais kasih saat berbeda belahan bumi. Namun, tiada penyesalan sedikit pun. Semua itu memang jadi bagian kisah kami, dan akan selalu kami syukuri.

Hari ini setelah 'tujuh' tahun lamanya, kami juga diberi anugerah. Dia yang sudah 'satu' tahun lamanya hadir di tengah perjalanan kisah kami. Dia yang kini menjadi misi hidup kami yang baru. Dia yang selalu kami doakan, kami syukuri atas semua capaiannya: kesehatan, keceriaan, kebahagiaan; agar kelak terus menjadi apa yang terbaik sudah Tuhan berikan bagi kita semua manusia. Kami menyayangimu, nak. Terima kasih sudah hadir di tengah kami.

Hari ini, setelah 'tujuh' tahun terjalani kami tetap dan selalu bersyukur. Apapun suka dan duka yang kami rasakan dan alami, semua akan selalu kami nantikan. Kami berterima kasih atas semua yang kami terima dan dapatkan. Semoga setelah kedatangan 'tujuh' ini, kami masih bisa terus menjalani dan menuntaskan bilangan-bilangan berikutnya...


Copyright © Dewa Wisana. All rights reserved

Friday, October 17, 2008

Mulai dari Met Lebaran...

Pertama, aku ingin menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi saudara-saudariku serta teman-teman sekalian yang merayakannya. Semoga segala pikiran dan perbuatan yang semakin baik lagi akan kian kuat hadirnya dalam kehidupan kita di masa depan.

Banyak hal yang terjadi yang menyebabkan posting ini baru bisa di publikasikan. Mulai dari kesibukan selama periode libur lebaran hingga kesibukan yang sudah menunggu pasca libur lebaran. Aku akan coba menyampaikan risalahnya sebagai berikut:

Libur Lebaran dan Mudik
Libur Lebaran tahun ini aku tidak berpartisipasi sebagai pemudik. Biasanya, seperti yang sudah biasa aku dan istrinda lakukan di tahun-tahun sebelumnya, kami mudik ke tanah kelahiran istrindaku di Madiun. Namun, tahun ini kami memutuskan tidak melakukannya karena berbagai alasan. Jadi, kami hanya bisa menikmati pengalaman mudik lewat televisi.

Meski demikian, kami cukup menikmati suasana lengang di Jakarta. Terutama istrindaku, tahun ini merupakan kali pertama ia merasakan suasana libur Lebaran di Jakarta dan tampaknya hal tersebut sangat membahagiakan bagi dia ketika kami berjalan-jalan atau berkunjung ke keluarga-keluarga kami di Jakarta dan sekitarnya; Jakarta terasa begitu nyaman dan indah karena kurangnya kemacetan, rendahnya polusi, dan terasa jauh lebih tertibnya para pengguna jalan raya. Andaikan Jakarta bisa seperti saat libur Lebaran setiap harinya... minimal tertibnya saja, tidak perlu macetnya berkurang drastis... Mimpi kali yeee...

Airborne Disease
Memasuki Lebaran hari ke-2, datanglah saat-saat yang tidak membahagiakan. Selama dua hari berturut-turut, aku mengalami demam yang cukup tinggi diikuti oleh beberapa gejala nyeri dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Di akhir pekan, akhirnya aku menuruti saran istrinda untuk memeriksakan diri ke dokter. Setelah tes darah dan urin ternyata didapati aku mengalami infeksi bakteri yang cukup serius sehingga harus menelan sejumlah obat.

Namun, persoalannya tidak berhenti hingga disitu. Ternyata gejala penyakit yang kualami seperti melakukan gerilya dalam perlawanannya. Setelah demamku teratasi dan nyeri di salah satu bagian tubuhku berkurang, timbul gejala lain yang semuanya berujung pada infeksi di mulut dan tenggorokan. Dokter ke sekian yang kukunjungi menyebut penyakit yang kualami sebagai "airborne disease", karena besar kemungkinan aku terinfeksi bakteri ini lewat udara saat aku sedang dalam kondisi fisik yang relatif lemah. Yah, apa pun penyebabnya, hingga posting ini terbit aku masih menyimpan gejala batuk-batuk dan gatal di tenggorokan setelah sebelumnya terjadi sariawan di hampir seluruh bagian mulut. Kesimpulan yang kudapat dari pengalaman ini adalah jangan sekali-sekali meremehkan kondisi tubuh kita sendiri. Jagalah sebisa mungkin.

TOEFL dan GRE
Pasca liburan dan setelah hari kerja telah tiba, ada dua peristiwa yang penting yang harus aku lewati dengan kondisi yang belum sempurna. Peristiwa tersebut yaitu TOEFL test dan GRE test. Kedua tes tersebut harus aku jalani sebagai prasyarat untuk memenuhi kesempatan emas di masa depan. Belumlah patut kuuraikan detilnya di sini, karena belum pasti. Tapi, yang pasti TOEFL dan GRE test yang baru saja kujalani hasilnya tidaklah memuaskan. Terutama GRE yang baru pertama kali kulakukan cukup membuatku panik dan panik. Yah, biar bagaimana pun, sudah aku hadapi dan aku sekarang sedang mempersiapkan diri untuk mengambil test ulang agar hasilnya bisa lebih baik lagi. So help me God!

Ok, sementara itu dulu risalah beberapa minggu lalu. Sebenarnya ada beberapa hal yang juga ingin kukomentari tapi sudah banyak yang membahas. Mulai dari Paul Krugman yang memperoleh Hadiah Nobel dibidang Ekonomi, krisis ekonomi global, hingga fenomena musim hujan yang mulai datang namun sudahkah Jakarta siap menghadapi ritual banjir? Mudah-mudahan, aku bisa segera menulis lagi.

Tuesday, July 01, 2008

Di tahun ke-4...

Jangan coba membayangkan bagaimana cepatnya waktu berjalan. Ketika kita sedang menjalaninya, kerap kita selalu mengingkari kecepatan tersebut dengan bergumam, "Ah, tak terasa sudah sekian lama ternyata". Tapi, kami tak ingin sekedar bergumam. Kami tak ingin sekedar membayangkan dan mengamini tentang kecepatan waktu berjalan dan membawa kami hingga titik waktu dan ruang ini. Kami ingin meresapi dan menghormati segala harap yang sempat dipercayakan kepada kami oleh Sang Pemberi dan Pengabul Harap.

Di tahun yang ke-4 ini, kami berdua masih ingat bagaimana keputusan dan jalan yang dipercayakan kepada kami telah kami pilih pertama kali, di hari pertama 4 tahun yang lalu. Bukan cuma sekedar janji atau sumpah dihadapan para saksi dan kedua leluhur kami - pendahulu kami. Bukan sekedar upacara pun berbagai kemuliaan yang diciptakan untuk kami di hari suci itu. Pada titik waktu dan ruang tersebut, empat tahun lalu, kami juga meresapi dan menghormati segalanya yang pernah kami terima dan hadapi hingga kini genap memasuki tahun yang ke-4.

Meski sempat terpisah di ujung-ujung kutub bumi. Meski pernah terpisah berkali-kali dan mungkin masih akan lagi. Meski kami masih terus menemukan berbagai hal yang menguji kesabaran dan keteguhan kami. Meski pada akhirnya, kami masih boleh selalu bersyukur atas berkenan Hyang Agung yang masih mengingatkan kami untuk tetap bersyukur dan ikhlas untuk semua yang terus akan kami terima dan hadapi. Kami tak mampu menjelaskan semua kenikmatan dan kebahagiaan yang kami terima dengan haturan dan ucapan syukur kami yang sangat terbatas oleh kealpaan kami sebagai manusia.

Kami tunduk dalam doa agar selalu diberikan kekuatan untuk menyerahkan semua kekuatan kami berdua kepada Hyang Agung.
Dan segala apa yang kami miliki dan akan dimiliki kelak tetap selalu membawa kami pada kedamaian dan kesejahteraan, bukan hanya untuk kami saja tapi juga untuk masyarakat tempat kami hidup serta kehidupan semesta alam. Restuilah doa dan harapan kami, Hyang Agung. Dan tak lupa, terima kasih atas semua yang terjadi hingga tahun ke-4 serta tahun-tahun selanjutnya...

I love you, dear. I love you so much... Thank you for the remarkable 4th, and the following more...