Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Wednesday, July 25, 2012

Review buku: Perahu Kertas oleh Dee


Perahu KertasPerahu Kertas by Dee
My rating: 4 of 5 stars

Akhirnya buku ini bisa saya habiskan!

Saya merasa puas dan terharu dengan plot cerita Perahu Kertas ini. Bagi saya, kisah Kugy dan Keenan sangat 'kreatif' dan penuh dengan pasang-surut. Kisah mereka bisa jadi gambaran umum yang mungkin terjadi pada banyak pasangan, namun tampil dengan menarik sekaligus dinamis. Proses yang terjadi diantara keduanya tidaklah terlalu berat untuk diikuti tapi tetap memberikan kesan 'penasaran'. Biasanya ada kesan kisah-kisah asmara harus diuraikan dengan konflik-konflik yang rumit dan panjang. Saya tidak menemukan kesan tersebut di Perahu Kertas. Kisah ini mengalir dengan konflik-konflik dan penyelesaiannya (berlalu?) tanpa kerumitan tapi tetap menanggung harapan untuk sebuah akhir - entah 'sedih' atau 'suka'. Bagi yang senang dengan "happy ending", epilognya mungkin akan terasa terlalu pendek. Bagi saya, surat terakhir Kugy untuk Neptunus di epilog tersebut merupakan sebuah tanda "the end" besar yang membahagiakan dan sekaligus memberi imajinasi lanjutan tentang kisah Kugy & Keenan.

Penggunaan bahasa asing (Belanda dan Inggris) serta bahasa daerah (Sunda dan Bali) relatif sesuai untuk setting ceritanya. Alur cerita mudah diikuti, apalagi dengan penyebutan bulan dan tahun serta lokasi cerita terjadi. Menurut saya, inilah kelebihan novel ini yang tidak terbebani untuk membuat alur cerita yang 'wah' dan membumbui dengan kosakata-kosakata bombastis yang mencoba bersifat sastrawi.

Saya senang dengan kisah yang tidak terlalu menggurui, tapi mampu menyelipkan banyak 'kutipan' yang bijak dan bisa mengajak kita berpikir sekaligus merasa. Perahu Kertas ini cukup banyak melakukan itu dan berhasil untuk tidak menggurui.


View all my reviews

Monday, April 16, 2012

My Review of D-Lux Laptop Messenger Racing Stripe 2012

Originally submitted at Timbuk2

A Classic Messenger fitted with a crater laptop sleeve.

Love it!
By Dewa Wisana from Australia on 4/15/2012
5out of 5
Pros: High Quality, Comfortable , Attractive, Durable , Roomy
Best Uses: Cycling, Day Trips, Office, Computer, School, Commuting
Describe Yourself: Comfort-Oriented, Practical
Was this a gift?: No
I've looking for messenger bag as an alternative of bulky backpack for my macbook and ipad as well as my school stuff. I order this particular Timbuk2 D-Lux medium size because it's suit my budget and preferred function. I found it is a little too big for my 13" MacBook. Despite of that not so fit size, everything is wonderful and just like I expected. I'm not good at making product review, but I know this bag is worthy and have no regret to buy it. So, it is highly recommended for those who wish to have messanger bag with optimum functionality. If Timbuk2 have one that fit for 13" laptop size, I will choose that one and give two extra stars.

Monday, July 13, 2009

Transformers 2: Revenge of the Fallen

"I am Optimus Prime, and I send this message so that our past will always be remembered. For in those memories, we live on".

My first impression is: great robot story BUT with too (quoting my wifey words) "corny" human story.

Transformers 2 is good movie. For me, it is quite as expected since one of the executive producer is Steven Spielberg. The robot fights and variations served us with more complicated and more fantasies at the same time. There are several new robots and it make us confused. Well, for me I know a bit better to recognize them as Transformers animation is one of my childhood favorite movie. If you are one of Transformers fans, than this movie is not bad to watch. Just to enlighten our dream about cool-cars-robots.

However, I am a bit annoying by the human story. They act corny with too many sensual stuff. I am really disappointed to witness Megan Fox (as Mikaela Banes) at the first scene of this movie acting "out of my sense". How come she paint brushed a motorcycle tank with seductive view? Totally strange and unnecessarily attractive. She made several sensual poses in the movie and somehow it undercast her true-quality acting. There are more scene and setting that made me think, maybe we do not need human in Transformers. Let's the robot owned their screen by themselves.



Sunday, March 01, 2009

Safari 4 Beta: First Impression...

When I read the news about Safari 4 Beta here, I was curious and wondering how great this new browser could be? Currently, I am quite comfortable with Firefox and I believe its still the greatest internet browser ever exist so far. In addition with "Beta" label, I am just underestimating the Safari 4 and try it just more than a week after I downloaded it. But, I would like to change my mind now...

Apple claimed that they serve 150 new features in the Safari 4 Beta. Since I am not that tech-geek, honestly I do not understand most of the features. However, if you feel the same way as basic user like I do, these 3 main features makes Safari 4 Beta obviously soon become the interesting browser ever.

First, the browsing and navigation feature of Top Sites. As you can see in the screen shot, Safari 4 can display your favorite websites and display them with Matrix style as a wall of stunning graphical previews. With a single click on the icon look like bunch of small tile, you can see this list of sites, arrange them according to your order or number of sites and you may choose them if you wish to visit them. I really love this features as it is fast, cute, but still functional indeed. If you really do not get the real functionality of this features, using it will gives you a cool way of browsing in front of your friends.

Second, cover flow feature in History view. If you visited several web pages during the day, you may wish to take a look at them again sometimes later. In my case, sometimes I forget the address or the detail so it may take hours to search and try to find them. In Safari 4, you can display my history using Cover Flow, and I can flip through my search result as easily as I am flipping my iTunes album art. It saves a lot of time and it as nice to see the cover page detail to make sure that I re-visited the correct web pages one more time.

Third, the speed of Safari 4 is awesome! I can not show any prove visually about this speed. But as I am still using Firefox at the same time when I tested the Safari 4, I found out that if I browse my Google Reader together both using Firefox and Safari 4, the webpage is pop up and show off completely faster in Safari 4. Some other reviews in fact claimed that Safari 4 is four times faster than Firefox. Try yourself for sure, definitely!

I am still experiencing serious problem every time I tried to visit my Hotmail page. It keep on going to hang or stop responding if I click my inbox. But, Hotmail is the only page that having this trouble. Since Safari 4 still in beta version, hopefully Apple will overcome this issue very soon and make sure that there are no pages having similar issues like my Hotmail.

Thus, if you wish to have fast and fun yet innovative browser you should try the Safari 4. I wish Apple will finalize it very soon and make them the competitive browser for Firefox. Having more than one great application is always a good things to experience with in our life.

This is my first impression on Safari 4 beta. It maybe bias since I am a new dedicated Apple fanboy. But, for more neutral review, check this comprehensive review here.


Tuesday, December 09, 2008

tentang Maryamah Karpov



Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya buku terakhir dari Tetralogi Laskar Pelangi yang berjudul “Maryamah Karpov: Mimpi-Mimpi Lintang” karya Andrea Hirata akhirnya terbit. Berikut ini adalah ulasan sederhana atas Maryamah Karpov. Patut dicatat bahwa tiga buku terdahulu dari Tetralogi Laskar Pelangi memberikan kesan tersendiri yang cukup kuat bagi para pembacanya, termasuk aku. Oleh karena itu, kesan pertamaku terhadap Maryamah Karpov pasti akan sangat bias oleh keberhasilan tiga buku sebelumnya.

Meskipun sempat terkejut dengan ketebalan bukunya, aku memilih untuk tidak pikir panjang dan mulai membaca Mozaik pertama yang berjudul Dibungkus Tilam, di Atas Nampan Pualam dengan harapan bahwa kualitas buku tersebut akan membuktikan dirinya sendiri terlepas dari tebalnya isi buku seperti halnya episode pertama Laskar Pelangi yang juga cukup tebal. Melewati mozaik-mozaik berikutnya aku cukup terpuaskan dan mulai kagum dengan masih konsistennya gaya penulisan Andrea Hirata dalam buku tersebut: mengandalkan latar belakang budaya dan bahasa Melayu Belitong dan sekitarnya serta humor yang sangat berkesan baik dari penggunaan kata dan kalimat atau penokohannya. Meskipun latah kosakata teknis akademis dengan bahasa-bahasa latin masih bertebaran di sana sini. Maryamah Karpov memuat lebih banyak lagi detil tokoh-tokoh yang menarik dan lucu. Sampai di tahap ini, Maryamah Karpov belum mengecewakanku.

Beberapa bagian yang menarik menurutku antara lain kisah tentang Arai yang akhirnya diterima oleh Zakiah serta berhasil mempersuntingnya menjadi istri. Adegan yang menggambarkan bagaimana Arai akan bertemu pertama kali dengan Zakiah setelah sekian tahun tidak bertemu sangat menghibur. Adegan yang paling mengharukan bagiku adalah saat prosesi pernikahan Arai dan Zakiah yang diakhiri dengan Arai yang mengaji dengan sepenuh hatinya (Ingat ketika Arai pertama kali menjadi anggota keluarga Ikal!). Selain kisah Arai, kisah lain yang sangat mengharukan adalah kisah Ayah-nya Ikal yang hampir naik pangkat tapi batal karena surat yang salah kirim. Juga kisah kedatangan dokter gigi Budi Ardiaz Tanuwijaya yang lama tidak mendapatkan pasien serta upaya Ketua Karmun yang menghebohkan untuk bisa membawa pasien pertama untuk sang dokter. Belum lagi kisah tentang asal muasal pemberian nama panggilan warga yang sangat kocak.

Hingga separuh tebal buku yang kubaca, aku mulai merasakan kekurangan yang terakumulasi perlahan namun pasti, dan terbukti hingga akhir buku kemudian. Sejujurnya, aku berharap terlalu banyak dengan karakter Maryamah Karpov karena terkait dengan judul, dan terutama A Ling yang sangat terkait dengan kisah pada tiga buku sebelumnya. Karakter Maryamah Karpov tidak mendapat porsi yang “cukup”, sehingga tak banyak bisa kuutarakan di sini. Tapi, yang paling kurang berkesan adalah kisah tentang A Ling yang baru mulai dibahas menjelang akhir. Hampir separuh buku berkisah terlalu berat di bagian upaya Ikal membuat perahu selama 7 bulan dengan tangannya sendiri. Walaupun bagian tersebut berhasil dikurangi fokusnya dengan kisah pelayaran yang penuh marabahaya dan cuilan riset sejarah tentang perompak dalam Mozaik ke 61 Pirates of the Caribbean yang menarik. Sebenarnya, detil-detil kisah yang ditawarkan sangat menarik tapi aku merasa banyak sekali yang tidak terkait langsung dengan A Ling. Ini agak menyebalkan untukku.

Kesimpulan: harus tetap kuakui bahwa Maryamah Karpov masih bisa dikatakan berhasil menawarkan kisah yang menarik. Detil-detil kisah dan penggunaan bahasanya sangat baik dan menghibur. Satu hal yang tetap sama ketika membaca buku ini dari halaman pertama hingga akhir, unsur kelucuan tak pernah berhenti dan sangat menggelitik. Kelucuan favoritku adalah ketika Mahar menunjukkan televisi portable bekas merk Sanyo yang dijadikan mustika keramat dalam lomba benda-benda mistik dengan Tuk Bayan Tula. Terlepas dari keistimewaan tersebut, aku merasa Maryamah Karpov tidak berhasil menjaga momentum puncak yang sudah dihantarkan oleh ketiga buku sebelumnya. Kisah Ikal dan A Ling terasa mudah sekali selesai dan menjadi penutup kisah panjang empat buku tersebut. Agak melankoli tapi kering detil. Padahal, kisah ini merupakan kisah yang ditunggu-tunggu dan ending-nya sangat patut disayangkan jika hanya demikian.

Singkat kata, aku sempat berharap bahwa Maryamah Karpov akan menutup Tetralogi Laskar Pelangi dengan ‘wah!’ seperti membaca Tetralogi Pramoedya Ananta Toer atau kisah Harry Potter. Namun, sayangnya harapanku belum terpenuhi. Walaupun demikian, untuk Anda yang sudah membaca tiga buku sebelumnya, Maryamah Karpov tetap wajib Anda baca untuk mengetahui bagaimana nasib kisah cinta Ikal dan A Ling atau menikmati kisah-kisah jenaka tokoh-tokoh yang diperkenalkan oleh Andrea Hirata.

Ulasan Maryamah Karpov yang lebih baik dan lengkap bisa dibaca di sini.

Thursday, June 19, 2008

firefox 3... Awesome!


Great! That's my first word to describe the feature of Firefox 3. I've already start to enjoy Safari as my web browser in my MacBook, and that enjoyment become more complete after I installed the new Firefox.

I love the new look of it, since it has similarity with Safari that simple yet very functional. One thing that so far still evidence with Firefox - and that is my main reason to continue using Firefox in addition to Safari - is adequate speed to access website that makes me relief since in Indonesia the internet connection mostly uneventful and rather dull. And, I do not know how that Firefox (and Safari) could cope that issue while IE still struggling to open a single web page. Therefore, it is quite acceptable that Firefox claimed to be the fastest, leanest and most powerful browser ever. I couldn't agree more.

Another great thing is the optional local language. At my first download, I was directed to download Indonesia version Firefox 3. As I am not convenience with English-Indonesian translation, then I tried to find out the English version Firefox 3. And there I can see a lot of language option to be downloaded. That's really interesting, I guess. Among other advantage such as customization with add-on feature, great security and malware protection, as well as - my favorite - simple browser with possible modification based on your own need. For me, that is a single indication of "no contest" result.

I do not know how to make a good review, but I would like you to try this new piece of marvel. Please, try it!