Showing posts with label polisi. Show all posts
Showing posts with label polisi. Show all posts

Wednesday, July 02, 2008

Polisi...



"Apa yang membedakan polisi di negara maju dengan polisi di negara berkembang?" Demikian pertanyaan seorang teman karib dari Nepal. Aku menggeleng dan berharap dia segera menjawab, meski sesungguhnya aku memiliki dugaan jawabanku sendiri. Teman dari Nepal tersebut menjawab sebagai berikut:
"Di negara maju, polisi akan sangat jarang terlihat di ruang publik. Jumlah mereka akan tampak sangat sedikit dan tidak terlihat di tempat-tempat tertentu. Di negara berkembang, polisi terlihat di berbagai penjuru kota. Mereka tampak mengisi hampir setiap sudut ruang publik sehingga memberikan kesan bahwa jumlah mereka pastilah banyak sekali. Meski demikian, kesimpulan tersebut bisa berbalik 180 derajat jika terjadi suatu pelanggaran atau kejahatan di tengah masyarakat.

Jika terjadi kejahatan, di negara maju polisi akan hadir di tengah publik hanya dalam hitungan beberapa menit saja. Selain itu, mereka juga akan hadir dalam jumlah yang sangat banyak. Sedangkan di negara berkembang, kehadiran polisi jika terjadi kejahatan bisa saja terwujud setelah menunggu cukup lama. Selain itu, belum tentu polisi yang datang bisa langsung menangani persoalan.

Jumlah dan ketersediaan polisi jika dihadapkan pada kecepatan pelayanan akan menunjukkan hubungan berlawanan. Itulah perbedaan mendasar dari polisi di negara maju dengan negara berkembang."
Ketika aku mendengar penjelasan tersebut, aku terpikir apakah demikian pula dengan polisi di Indonesia? Yah, jangan lupa bahwa Indonesia masih dikategorikan sebagai "negara berkembang". Aku merasakan bahwa pernyataan tersebut berlaku pula di Indonesia. Nah, di hari jadi Bhayangkara tahun ini mudah-mudahan polisi Indonesia bisa membuktikan bahwa mereka kelak bisa melayani masyarakat secara lebih baik dan membanggakan.

Selamat Hari Bhayangkara!

Friday, June 13, 2008

kenapa harus kaget?

Berita yang menggelikan untukku tentang Kapolda Bali yang baru, Irjen Tengku Ashikin Husein, di kompas.com sebagai berikut

Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen Tengku Ashikin Husein terperanjat ketika berjalan-jalan ke Kuta. "Wah, banyak turis tak pakai baju. Udah gitu jalan-jalan lagi naik motor!" katanya.
Maklum ia baru dua minggu menjadi Kapolda di Bali setelah jadi Kapolda Sulawesi Tengah. Bahkan ia sempat bertanya kepada petugas lalu lintas apakah ada aturan yang bisa menilang seseorang yang berkendaraan tanpa baju. "Ini sudah kelewatan. Benar memang mereka memakai helm ketika berkendaraan, tetapi sudah tidak sopan lagi ketika mereka tidak berbaju atau minim sekali hanya pakai baju renang," ujarnya.
Karenanya ia mencoba memikirkan aturan agar berbaju sopan dalam berkendaraan di jalan raya. Alasannya menyangkut kesopanan. Hanya saja Kapolda asal Aceh ini pun masih bingung bagaimana sanksinya.

Hal tersebut menunjukkan beberapa hal berikut:
Pertama, Pak Kapolda Bali sungguh tidak memahami situasi dan lingkungan di Pulau Bali. Jika hanya soal telanjang saja, apalagi hanya memakai baju renang tidaklah mengherankan. Tidak ada orang yang "terangsang" dan "tergoda" dengan fenomena turis yang telanjang atau hanya mengenakan bikini. Apakah dengan berpendapat demikian, Bali akan dijadikan "Serambi Mekkah" kedua setelah Aceh?

Kedua, Pak Kapolda Bali jelas sekali berpandangan umum bahwa telanjang dan berpakaian renang di jalan raya adalah budaya yang umum dilakukan di Bali. Pertanyaan yang penting di sini adalah apakah di setiap ruas jalan di Bali para turis sering berkendaraan atau berjalan-jalan tanpa pakaian atau pakaian minim? Pasti tidak, Pak Kapolda. Yang Pak Kapolda lihat itu kan di kawasan Kuta, yang notabene kawasan pantai. Kok Pak Kapolda tidak mengerti sih?

Seharusnya, Pak Kapolda Bali berbincang-bincang dan mengenal para turis yang berkunjung di Bali. Mengapa mereka melakukan hal demikian? Jangan lupa, Pak Kapolda Bali, bahwa para turis tidaklah seharian penuh telanjang atau berpakaian minim. Umumnya, mereka berperilaku demikian setelah dari atau akan menuju pantai untuk berjemur. Bukankah karena pantai yang indah dan panas sinar matahari yang terik untuk menggelapkan warna kulit mereka, para turis mau berkunjung ke negeri yang damai seperti Bali? Apakah Pak Kapolda Bali tidak tahu fakta tersebut? Untuk itu warga Bali juga sudah maklum dan mengerti sekali. Tetapi kenapa Pak Kapolda Bali harus kaget? Tumben yah melihat perempuan telanjang tanpa harus sembunyi-sembunyi takut ketahuan istri dan anak buah...

Ada-ada saja... Wong menahan nafsu diri sendiri yang tidak bisa, kok alasan cara berpakaian sopan dijadikan program penting dalam lalu lintas. Cara pikirnya persis kayak Front-Front dan Laskar-Laskar itu saja sih...